UIN Banten Dambakan Perpustakaan Bertaraf Internasional

24 Februari 2022

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Iqra dalam surat Al-‘Alaq bukan hanya berarti ‘baca’ dalam artian sempit melainkan lebih luas yakni riset, telaah, pembandingan, dan kritis. Hal tersebut menjadi dasar mimpi akan kebutuhan perpustakaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Disampaikan oleh Rektor UIN Banten, Wawan Wahyuddin, bahwa Visi UIN Banten adalah menjadi Universitas Islam yang unggul dan terkemuka dalam integrasi keilmuan yang berwawasan global. Sehingga dalam upaya memaksimalkan pemberian fasilitas atas referensi bahan bacaan kepada anak didiknya, UIN Banten membutuhkan gedung layanan perpustakaan yang representatif.

“Bukan berasal dari keinginan, tetapi UIN Banten membutuhkan perpustakaan berkaliber internasional yang mampu memfasilitasi seluruh mahasiswa kami,” ucap Wawan saat melakukan kunjungan kerja ke Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (24/2/2022).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Banten, Mufti Ali, menambahkan UIN Banten memiliki mimpi untuk kelak menjadikan gedung layanan perpustakaan itu sebagai ikon serta menjadi simbol masyarakat madani.

“Tidak hanya hotel yang boleh megah dan mall yang mampu membuat orang tertarik untuk datang, tetapi perpustakaan juga harus seperti itu,” ujar Mufti.

Dalam tanggapannya, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengapresiasi dan menyambut baik keinginan akan hadirnya gedung layanan perpustakaan di UIN Banten. Menurutnya, paradigma perpustakaan harus diubah karena kini perpustakaan bukan lagi mengenai deretan buku tua yang berada di atas rak, melainkan tentang bagaimana menjadikan para penerus bangsa menjadi pemikir tingkat dunia dengan membaca.

Upaya untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul merupakan tugas bersama, terutama dosen atau pengajar. SDM unggul merupakan sosok yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dengan memperbaiki nasib masyarakat majinal melalui kemampuannya menciptakan lapangan kerja.

“Tugas dosen bukan menciptakan orang yang seperti dia. Mahasiswa itu ibarat anak busur yang melesat maju untuk menjangkau dunia yang tidak pernah dijangkau dosennya,” jelas Syarif Bando.

Pada kesempatan yang sama, ia pun mengajak seluruh mahasiswa UIN Banten yang berjumlah sekitar 13.000 orang untuk menjadi anggota Perpusnas agar bisa menikmati seluruh jenis layanan online yang dimiliki Perpusnas. Hal ini sangat diapresiasi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Banten, Hidayatullah.

“Kami sangat mengapresiasi ajakan ini, dengan demikian diharapkan mahasiswa kami jadi punya banyak referensi,” pungkas Hidayatullah.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penyerahan konsep Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor UIN Banten kepada Kepala Perpusnas.

Reporter: Basma Sartika

Fotografer: Ahmad Kemal Nasution



Diunggah oleh humas