Gedung Layanan Perpustakaan Megah di Gorontalo Utara Diresmikan

22 Februari 2022

Gorontalo Utara – Warga Kabupaten Gorontalo Utara kini telah memiliki gedung layanan perpustakaan daerah yang megah dan representatif. Dengan kehadiran perpustakaan ini diharapkan dapat membuka wawasan dan pengetahuan bagi warga Gorontalo Utara dan sekitarnya.

Gedung perpustakaan yang telah diresmikan ini, dibangun dengan sumber dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021 bidang pendidikan sub bidang perpustakaan senilai RP 10 miliar dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,5 Miliar.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengapresiasi kinerja jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo utara atas berdirinya perpustakaan sebagai satu fasilitas monumental untuk masyarakat Kabupaten Gorontalo.

"Menjadi tugas pemerintah pusat untuk mempersiapkan DAK di bidang perpustakaan ini dalam mempersiapkan infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat," ungkap Syarif, usai meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, pada Selasa (22/2/2022).

Syarif Bando mengatakan, perpustakaan berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seperti yang selalu diingatkan oleh Presiden Joko Widodo bahwa pentingnya  Indonesia mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah.

Harapannya masyarakat dapat meningkatkan value atau nilai jual dari pada produksi tersebut, meningkatkan income per kapita, menambah devisa negara yang akhirnya Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam percaturan global.

"Tugas kita adalah bagaimana menyediakan fasilitas masyarakat untuk keluar dari zona degradasi hidup di bawah garis kemiskinan dengan tingkat pengetahuan yang ada. Salah satunya menyediakan bahan bacaan ilmu terapan atau life skill," lanjutnya.

Hal ini dapat dibuktikan, lanjut Syarif, telah banyak masyarakat yang merasakan dampak dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. "Kaum masyarakat yang termaginalkan dapat meningkatkan kesejahteraannya dengan dukungan buku ilmu terapan serta pendampingan dari Dinas Perpustakaan," lanjutnya.

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin mengatakan seringkali masyarakat merasa jenuh jika harus berkunjung ke perpustakaan.

"Mungkin ada kebosanan karena kalau perpustakaan ada kaitannya dengan membaca. Saya berharap dengan literasi dapat mengubah bahwa literasi tidak hanya sekadar membaca tetapi ada juga kreatifitas yang dilakukan di perpustakaan," katanya.

Indra Yasin mengatakan, pihaknya akan menginstruksikan kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang melakukan perjalanan ke luar daerah diwajibkan membawa buku begitu kembali ke daerahnya.

"Tidak menutup kemungkinan siapa saja dapat mengirimkan buku karangannya ke perpustakaan ini untuk menambah koleksi bahan bacaan," katanya.

Bupati pun mengajak kepada para kepala sekolah untuk mengagendakan kunjungan siswa ke perpustakaan. Begitu juga perguruan tinggi agar mahasiswa dapat memanfaatkan gedung perpustakaan yang megah ini.

"Mari kita gunakan perpustakaan ini. Disinilah tempat untuk mencari pengetahuan dan pengetahuan tidak harus didapat secara formal tetapi juga non formal melalui perpustakaan," lanjutnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Elnino M. Husein Mohi mengatakan, literasi sangat diperlukan dalam menghadapi era digital saat ini. Pasalnya jika kebutaan literasi masih dirawat maka permasalahan kemiskinan tidak dapat teratasi.

"Apalagi saat ini kita sudah dihadapkan dengan teknologi metaverse, tiruan dunia yang berada di dunia maya. Sangat disayangkan jika kita tidak memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada untuk keluar dari kemiskinan," tuturnya.

Elnino juga berharap masyarakat Gorontalo Utara dan sekitarnya dapat memanfaatkan gedung perpustakaan sebagai tempat untuk meningkatkan literasi. "Gedung yang merupakan bantuan dari pusat ini diharapkan dapat membuka mata kita menyadarkan diri agar dapat berubah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pengukuhan bunda literasi Kabupaten Gorontalo Utara, Reny Yasin Hiola dilanjutkan penandatanganan nota kesepakatan antara Perpusnas dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Acara juga dirangkaikan dengan Talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan dengan tema “Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional”.

 

Reportase : Wara Merdeka

Fotografer : Ahmad Kemal



Diunggah oleh admin