Diseminasi Informasi Harus Sering Dilakukan Pustakawan

04 Agustus 2020

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Di tengah kondisi pandemi semua dipaksakan untuk memasuki industri 4.0, termasuk bagi pustakawan. Kadar kompetensi yang dimiliki pustakawan menjadi penting agar senantiasa mempunyai kemahiran, ide kreatif, dan inovatif dalam pelayanan perpustakaan. Beradaptasi dengan hal baru adalah keniscayaan agar perpustakaan dan pustakawan tetap dipercaya sebagai sumber informasi yang penting bagi masyarakat.

“Pandemi mengharuskan nyaris semua aktivitas dilakukan dari rumah. Namun, perpustakaan menawarkan bermacam aplikasi digital yang bisa dimanfaatkan siapapun, termasuk akademisi,” urai Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando pada Webinar Inovasi dan Kreasi Pustakawan Dalam Meningkatkan Kompetensi Menghadapi New Normal yang diadakan Universitas Hasanuddin, Makassar, pada Selasa siang, (4/8).

Dulu, perpustakaan dikenal sebagai deretan buku berdebu dan pustakawan bertugas menjaga mengelola buku. Paradigma kemudian berubah sehingga di era saat ini perpustakaan dan pustakawan dibantu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berperan mentransformasi pengetahuan. Artinya, kandungan informasi dan pengetahuan akan bermanfaat besar jika didistribusikan kepada masyarakat.

Perpustakan dan pustakawan harus mau beradaptasi dengan perubahan yang ada akibat pandemi agar tetap bisa survive. Perubahan layanan dengan melakukan inovasi agar pemustaka bisa mengakses informasi yang ada di perpustakaan. Diseminasi informasi harus sering dilakukan pustakawan. Jangan lagi bergelut dengan buku-buku tetapi bagaimana kandungan buku yang dibaca lalu dibuat konten ke dalam media sosial menggunakan perangkat digital yang dikuasai. Dunia memerlukan pustakawan yang memiliki wawasan yang luas, tanggap dan sanggup memberikan informasi dengan cepat.

“Profesi pustakawan adalah profesi yang istimewa karena mempunyai akses sumber pengetahuan yang akurat. Jadikan ini sebagai keunggulan kompetensi. Hal ini penting untuk mengantisipasi hoaks yang marak terjadi selama pandemi,” pungkas Syarif Bando.

Reporter : Hartoyo Darmawan

Fotografer : Rd Radityo