Komisi X DPR RI Kagumi Fasilitas Gedung Layanan Terbaru Perpusnas

Medan Merdeka Selatan, Jakarta – Sebanyak 16 anggota Komisi X DPR RI mengunjungi gedung layanan Perpustakaan Nasional yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto mengaku kagum dengan sarana dan prasarana gedung yang diresmikan Presiden Joko Widodo sebagai perpustakaan tertinggi di dunia pada 14 September lalu.

“Kita bersyukur dapat berkunjung ke gedung yang sungguh sangat megah ini. Yang tentunya kami berharap gedung ini bukan sekedar gedung yang megah, tapi juga bermanfaat untuk mencerdaskan bangsa,” jelas anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat tersebut dalam sambutannya di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Djoko menambahkan, perpustakaan memiliki fungsi vital dalam meningkatkan kecerdasan bangsa. Karenanya, dia mengajak seluruh anggota Komisi X DPR RI agar memiliki perhatian khusus pada pengembangan perpustakaan di Indonesia, khususnya minat baca. Djoko mengajak seluruh anggota Komisi X agar memperhatikan gedung layanan Perpustakaan Nasional yang dinilainya tidak kalah dengan perpustakaan di negara lain sehingga Perpustakaan Nasional bisa menjadi kebanggaan bangsa.

Mengelola gedung dengan 24 lantai yang dilengkapi fasilitas digital tentunya membutuhkan biaya yang besar. Djoko mendorong rekan-rekannya agar memperhatikan anggaran untuk Perpusnas. Dia meminta inisiatif dari Komisi X DPR RI mengenai anggaran untuk Perpustakaan Nasional untuk menjaga kualitas layanan perpustakaan.

“Kalau sekarang ini, mohon maaf, (Perpustakaan Nasional) hanya mendapat anggaran APBN Rp 580-an miliar, masih harus mengelola perpustakaan semegah ini, harus membayar gaji karyawan yang cukup banyak, dan juga harus memberikan bantuan perpustakaan di daerah. Nah tentunya harus ada perhatian. Kenapa? Kita punya perpustakaan dengan koleksi empat juta (jumlah seluruh koleksi di Perpustakaan Nasional), tetapi dengan anggaran yang pas-pasan, nanti akhirnya akan turun kan kualitasnya. Padahal ada perlakuan khusus untuk buku-buku, fumigasinya mesti secara rutin, dan tentunya adalah bagaimana masyarakat kita tertarik berkunjung ke sini,” urainya.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyambut baik kunjungan Komisi X DPR RI. Syarif menjelaskan akan melakukan beberapa hal untuk meningkatkan layanan gedung perpustakaan. sehingga diharapkan perpustakaan bisa menjadi tempat untuk membangun inspirasi agar setiap individu bisa mengembangkan diri melalui ilmu pengetahuan. “Kami sedang merencanakan mengembangkan koleksi di lantai 7 untuk penyandang disabilitas. Nantinya ada foto-foto penyandang disabilitas yang berhasil karena ketekunannya memanfaatkan perpustakaan,” jelasnya. Selain itu, Syarif menjelaskan Perpustakaan Nasional akan mengembangkan koleksi layanan Naskah Nusantara yang ada di lantai 24. Pihaknya sudah menyurati pemerintah daerah terkait hal ini.

Pada akhir sambutannya, Syarif meminta perhatian khusus kepada Komisi X DPR RI mengenai perubahan UU No. 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam (UU KCKR) yang sedang dibahas dewan dan Perpusnas. Menurutnya, penerbit harus memperhatikan terbitan yang sesuai masyarakat setempat. “Jadi selama ini, buku di toko buku itu orang menyesuaikan dengan apa yang ada di toko buku, bukan penulis menulis untuk kebutuhan masyarakat di sana. Akhirnya kita terjebak persoalan bicara budaya baca. Padahal orang tidak mungkin membaca buku yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Itu masalahnya sebetulnya. Itu belum pernah dibicarakan,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya, sebanyak 16 anggota Komisi X DPR RI melihat koleksi di lantai 7 (Layanan Anak dan Penyandang Disabilitas) dan lantai 24.

Reportase: Hanna Meinita