Pusdiklat Adakan Workshop Peningkatan Kualitas Pengajar Diklat Kepustakawanan

Senen, Jakarta - Perpustakaan Nasional melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kualitas Pengajar Diklat Kepustakawanan di Cordela Hotel Jakarta, Kamis, (23/11/2017). Peserta workshop adalah para pengajar di lingkungan Perpustakaan Nasional untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas Widiyanto menerangkan bahwa workshop terkait diselenggarakan setiap tahun dengan maksud agar para pengajar dapat mengetahui perkembangan dan metode mengajar serta dapat mengimbangi keanekaragaman peserta diklat yang terdiri dari berbagai macam kalangan. “Workshop yang sedang berlangsung merupakan yang ketiga dalam tahun ini,” terang Widiyanto. Kapusdiklat juga menjelaskan kedepannya akan banyak ragam jenis diklat, sehingga para pengajar dapat meningkatkan kompetensi, bukan hanya kompetensi di bidang teknis tetapi juga memiliki keahlian dalam mentransfer ilmu yang diperoleh kepada peserta didik.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando dalam kesempatan tersebut memberikan arahan kepada para peserta workshop yang terdiri dari para pengajar di lingkungan Perpusnas. Syarif menjelaskan dalam suatu workshop pasti ada masalah yang dihadapi, oleh karena itu diundang ahlinya yang dalam hal ini dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan tersebut. “LAN sudah paham betul terhadap kompetensi widyaiswara,” kata Syarif.

Terkadang kompetensi para pengajar sudah memadai tetapi waktu untuk mengajar sangat terbatas atau kompetensi para pengajar sudah memadai tetapi para peserta didik kurang nyambung atau terkadang muncul pertanyaan-pertanyaan yang diluar konteks. Syarif bercerita pengalamannya mengajar bahwa sebagai pengajar harus membekali diri dengan wawasan yang luas sehingga dapat memahami dan memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul.

Syarif menekankan dengan diselenggarakan workshop, para pengajar dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif terhadap proses belajar mengajar termasuk bagaimana komunikasinya, sarana prasarananya, modulnya, dan bagaimana caranya mengedukasi peserta didik. Satu hal yang sangat penting dipahami oleh para pengajar, yaitu dunia gelap tanpa buku sehingga bagaimana para pengajar bisa meyakinkan bagaimana buku itu penting.

Reportase : Arwan Subakti